Sabtu, 12 September 2009

MENGENDALIKAN NAFSU PADA DIRI KITA

Jika kita mau memahami tentang diri kita pastilah kita akan mendapatkan pengenalan pada setiap bagian tubuh kita baik bagian luar maupun pada bagian dalam nya. Dan apa bila kita telah mengenal satu sama lainnya dari bagian tubuh kita tentulah kita akan mengerti masing-masing pekerjaan nya dan hubungan satu sama anggota lainnya di dalam tubuh kita.


Marilah kita coba secara global dan sederhana saja untuk memahami dan mengenal bagian dari diri kita dengan tujuan kita bisa mengendalikan nafsu yang ada dalam diri kita.


Anggota tubuh kita adalah ibarat sebuah kendaran bermotor yang terdiri dari Tubuh (body), Penggerak (engine) dan Pengendara/pengendali ( driver).

Dari sini kita sudah punya gambaran atau bisa merenungkan jika seseorang mengendarai mobil / kendaraan lainnya, prihal yang paling utama dan berperan penting adalah si pengemudinya.

Pengemudi yang handal dia bisa mengarahkan jalannya kendaraan dengan nyaman dan terasa aman, dia bisa mengendalikan dari jalan yang berlubang, licin, berdebu, becek dll rintangan . Dia juga bisa menahan dengan rem nya untuk berhenti namun mesin tetap hidup dan juga bisa mengendarai denagn kecepatan tinggi , juga bisa dengan kecepan rendah atau tergantung situasi keadaan di depan nya.


Pengumudi yang baik juga pandai merawat kendaraan nya, dia berusaha semaksimal mungkin pada kendaraan nya untuk tidak cacat tergores, peok , berkarat dan lainnya yang bisa terlihat rusak oleh dirinya dan orang lain , dan dia juga pintar merawat mesin , dia tau bahan bakar, bahan pelumas yang cocok untuk digunakan, begitu juga dengan pengaturan menggunakan mesin nya dalam waktu untuk perjalanan atau isteirahat dan masa service atau lainnya.


Pada diri kita pun sama hal nya demikian, akal dan fikiran kita adalah sebagai pengemudi nya dan nafsu/rasa adalah sebagai engine pengerak yang bertenaga sangat kuat, sedang tubuh kasar kita adalah hanya sebuah kerangka (body) alat bantu juga sebagi penampilan luarnya.

Kita bisa mengendalikan angota tubuh kita dengan pas ,nyaman dan aman juga tentram apa bila kita pandai dalam mengendalikan nafsu/rasa yang bergejolak dalam diri kita. Kita bisa mengambil langkah cepat juga bisa perlahan juga meng rem ( diam) tetapi tetap hidup ini tergantung situasi keadaan didepan yang kita hadapi.

Jika kita perhatikan dari rangkaian di atas , disini yang perlu dan utama untuk mengendarai dengan aman, nyaman dan juga tentram adalah terletak pada bagaimana sikap, moral, platihan hal yang baik dan benar terhadap si pengemudi nya ( akal dan fikir ) kita.

Oleh sebab itu agar si pengemudi ( akal dan fikir ) kita bisa menjadi seorang yang sangat tranpil dan cakap dalam mengemudi juga dalam perawatan kendaraan nya maka dia sejak dini harus sudah di beri pelatihan / pelajaran tentang cara bagaimana seorang pengemudi yang handal.

Pembentukan karakter moral pada pengemudi ( akal dan fikir ) adalah yang utama sampai terbentuk nya sikap kepribadian yang agung . Dan yang kedua adalah si pengemudi ( akal dan fikir ) harus mengetahui dan memahami cara kerja juga daya atau kekuatan kemampuan dari penggerak / engine ( nafsu/rasa ) itu. Dan yang ketiga si pengemudi ( akal dan fikir ) harus bisa dan mengerti aturan main di jalanan sebelum mengendarai nya dia harus belajar aturan main di jalanan atau rambu-rambu lalulintas ( tatanan adat-istiadat , budaya , karakter lingkungan , peraturan di masyarakat setempat ). Dan yang ke empat barulah dia mulai belajar atau melatih cara kerja menyetir, pedal gas , pedal rem , persneling dan tombol-tombol lainnya untuk menjalankan kendaraan tersebut atau pada tubuh kita bisa di ibaratkan kaki, tangan, kepala, dan panca indra lainnya sebagai alat bantu nya.

Sedang moral yang di bentuk dari awal tadi dia sangat berguna juga buat merapikan, membersihkan dan merawat kesemua tubuh nya.

Dari penjabaran di atas tentang bagaimana kita bisa mengendalikan nafsu akan lebih mudah di mengerti oleh orang umum masyarakat perkotaan karena perumpaman di ibaratkan sebuah kendaraan bermotor, bagi masyarakat yang jauh dari keramaian anda bisa mengganti nya dengan perumpamaan kendaraan nya adalah dengan binatang piaraan seperti misal nya kuda yang kita tunggangi.

Dan cara kerja nya sama , kalau engine itu adalah kekuatan tenaga dari kuda itu ( nafsu/rasa ), badan kuda adalah tubuh ( body), pengemudi itu adalah si penunggang kuda (akal dan fikir nya).

Atau bisa juga anda menggambarkan seorang penggembala kambing atau domba, si Pengembala adalah pengemudinya ( akal dan fikir ) dan gerakan domba adalah sebagai engine/ tenaga ( nafsu/rasa) dan bulu+raga domba adalah sebagai tubuh nya.

Juga pada pemerintahan anda bisa menggambarkan pada seorang Presiden ( kepala negara ) adalah sebagai pengendali (akal dan fikir ), dan keinginan atau gerakan rakyat adalah sebagai engine/ tenaga ( nafsu/rasa ), sedang angota badan itu ( rakyat ) adalah sebagai tubuh nya.

Banyak hal yang bisa di jadikan perumpamaan-perumpamaan sebagai pemahaman bagaimana kita bisa mengendalikan nafsu, di atas ini hanyalah bagian kecil dari perumpamaan sebagai contoh yang mudah untuk di perhatikan dan di pahami.


oleh Usman YB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar